Kurikulum Merdeka Belajar Berbeda Dengan Kurikulum Sebelumnya

30-04-2022

BangunPendidikan.com - Kurikulum merdeka belajar mulai diterapkan pada saat ini. Kurikulum merdeka memiliki berbagai perbedaan dengan kurikulum sebelumnya.

Apakah anda tahu kalau mulai tahun ajaran 2022/2023 para pelajar di SMA/sederajat tidak akan dibedaka lagi berdasar jurusan IPA dan IPS? Semua berkat adanya kurikulum merdeka belajar yang diatur dalam Keputusan Mendikbud No. 162/M/2021 tentang sekolah penggerak.

Seperti apa gambaran umum penerapan kurikulum merdeka belajar?

Pengertian Kurikulum Merdeka Belajar

Menurut BSNP, pengertian kurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Para pelajar dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya.

Kurikulum merdeka belajar ini diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sebagai bentuk dari tindak evaluasi perbaikan kurikulum 2013.

Kurikulum ini juga disebut sebagai kurikulum prototipe yang merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak generasi penerus yang lebih kompeten dalam berbagai bidang.

Kurikulum prototipe adalah bentuk sederhana dari kurikulum 2013 dengan sistem pembelajaran berbasis pada proyek tertentu (Project Based Learning).

Dimulai sejak tahun 2020 pada masa pandemi COVID-19, implementasi kurikulum merdeka belajar atau kurikulum prototipe ini telah diujicobakan pada setidaknya 2500 sekolah penggerak .

Sekolah yang telah menerapkan kurikulum merdeka belajar ini terbukti empat sampai lima bulan lebih maju dibanding sekolah lain yang masih menggunakan kurikulum 2013.

Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Sebelumnya

Mulai tahun ajaran 2022/2023, penerapan kurikulum merdeka ini juga bisa mulai digunakan pada tingkat lainnya, seperti TK, SD, SMP, hingga Perguruan Tinggi (PT). Tentunya, penerapan kurikulum ini memiliki perbedaan pada masing-masing jenjang.

Di Tingkat SD

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa merdeka belajar di tingkat PAUD/TK maknanya adalah merdeka untuk bermain. Penerapan kurikulum merdeka di tingkat PAUD/TK adalah dengan mengajak anak bermain sambil belajar.

Sedangkan di tingkat SD, ada beberapa perbedaan dalam hal mata pelajaran pada penerapan kurikulum merdeka belajar. Di antaranya adalah penggabungan mapel IPA dan IPS menjadi satu, serta menjadikan bahasa Inggris yang sebelumnya merupakan mapel muatan lokal sebagai mapel pilihan.

Di Tingkat SMP

Panduan kurikulum merdeka belajar di tingkat SMP juga terdapat perubahan status beberapa mapel. Misalnya, mapel Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi mapel wajib. Pada kurikulum sebelumnya, mapel ini hanya sebagai pilihan.

Di Tingkat SMA

Model pembelajaran di tingkat SMK akan dibuat menjadi lebih sederhana, yaitu 70 persen mapel kejuruan dan 30 persen mapel umum. Pada akhir masa pendidikannya kelak, para siswa dituntut untuk menyelesaikan suatu esai ilmiah sebagaimana para mahasiswa yang harus menyelesaikan tugas akhir atau skripsi saat akan lulus studi.

Di Tingkat PT

Kurikulum merdeka belajar perguruan tinggi terwujud dalam kurikulum kampus merdeka. Pelaksanaannya pun memiliki beberapa perbedaan dengan penerapan kurikulum sebelumnya.

Dalam kurikulum kampus merdeka, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempelajari sesuatu di luar program studi yang ditempuhnya.

Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka Belajar

Kelebihan yang paling mencolok dari penerapan kurikulum merdeka belajar adalah adanya proyek tertentu yang harus dilakukan oleh para peserta didik sehingga dapat membuat mereka menjadi lebih aktif dalam upaya mengeksplorasi diri.

Sedangkan kekurangan kurikulum merdeka belajar  adalah penggunaan kurikulum ini dinilai masih belum matang. Hal ini terlihat dari masih kurangnya kompetensi sumber daya manusia untuk melaksanakan kurikulum ini.

Demikian ulasan mengenai kurikulum merdeka belajar. Mudah-mudahan dapat memberikan pengetahuan baru bagi Anda semuanya sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.