Pendidikan Formal: pengertian, Jenis, Karakteristik, Lengkap dengan Fungsinya

02-06-2022

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan formal adalah segenap bentuk pendidikan, atau pelatihan yang diberikan  secara terorganisasi, dan berjenjang. Baik yang bersifat umum, maupun yang bersifat khusus.

Sedangkan secara umum, pendidikan formal bisa diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, mulai dari pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Akhir, hingga Perguruan Tinggi.

Sekolah merupakan sebuah lembaga yang menumbuhkan pendidikan formal, pada masyarakat. Pendidikan ini diberikan, dengan suatu tujuan, yaitu memberikan pengetahuan yang berkualitas, kepada generasi masa depan.

Pendidikan formal, merupakan sebuah pandidikan yang memiliki jenjang, mulai dari Sekolah Dasar, hingga Perguruan tinggi. Didalam pelaksanaannya,  pendidikan formal memiliki sebuah karakteristik. 

Contoh dan Karakteristik Pendidikan Formal

Beberapa jenis pendidikan formal yang ada di Indonesia adalah:

  • TK atau Taman Kanak-kanak
  • Sekolah Dasar (SD)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTS)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  • Perguruan Tinggi

Berikut ini merupakan karakteristik dari pendidikan formal:

  • Pendidikan fomal memiliki sebuah kurikulum yang jelas
  • Peserta didik pada pendidikan formal diberikan sejumlah persyaratan dalam pelaksanaannya
  • Sistem dan materi pembelajaran bersifat akademik
  • Pendidikan formal membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksanaannya
  • Penyelenggara pendidikan formal harus berasal dari pemerintah, ataupun swasta
  • Peserta pada pendidikan formal, harus mengikuti sebuah ujian secara formal
  • Guru pengajar pada pendidikan formal, harus lulus dari beberapa syarat kualifikasi

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang memiliki manfaat, salah satunya dalam rangka mencerdaskan generasi bangsa. Pemerintah di Indonesia, bahkan saat ini sudah membuat sebuah peraturan, yaitu wajib belajar 9 tahun.

Upaya itu dilakukan, agar semua orang merasakan manfaat dari pendidikan formal, berikut ini merupakan beberapa manfaat pendidikan Formal

Manfaat Pendidikan Formal

1. Menambah, dan melatih kemampuan akademik

Didalam proses belajar mengajar pada pendidikan formal, akan menambahkan sebuah pengetahuan seperti analisa, menghafal, logika dalam permasalahan, dan lain sebagainya. 

Individu yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, tentu akan lebih mudah dalam memecahkan permasalahan, menggunakan ilmu yang didapatkan dari pendidikan formal.

2. Mengenalkan individu pada tanggung jawab

Pada sistem pembelajaran pendidikan formal, peserta didik tidak hanya mendapatkan materi berupa teori dan praktik. Akan tetapi sejak dini peserta didik, diajarkan untuk memiliki sifat tanggung jawab.
Salah satu contohnya adalah hukuman apabila terlambat datang ke sekolah.

3. Membentuk jiwa bersosial

Pendidikan formal dilakukan dengan cara berkelompok antar peserta didik. Proses belajar mengajar pada pendidikan formal, akan melatih rasa percaya diri dari peserta didik. Sehingga antar individu pada peserta didik, akan berpengaruh terhadap hubungan sosial.

4. Dapat menentukan identitas diri

Hal merupakan salah satu faktor penting, yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan formal akan membuat suatu individu memiliki pengetahuan, dan wawasan yang luas. Sehingga pendidikan formal dapat membantu mereka, untuk memiliki suatu pekerjaan yang sesuai dengan potensinya.

5. Dapat memperkuat mental, fisik, dan disiplin

Seorang individu dapat melatih mental, fisik, dan disiplin pada sistem pendidikan formal. Faktanya pada setiap proses pendidikan, baik formal maupun non formal, akan membentuk sebuah mental dan ketangguhan fisik.

Pada proses pembelajaran, peserta didik akan melewati beberapa permasalahan, ujian, serta tugas yang diberikan oleh guru. Dengan kemauan yang kuat atas pentingnya pendidikan, secara tidak langsung peserta didik dituntut agar harus bertanggung jawab atas semua tugas-tugasnya. 

6. Sebagai tempat untuk mengembangkan kreativitas

Sekolah yang merupakan tempat dari pendidikan formal dapat Anda jadikan sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas. Apabila seorang peserta didik memiliki hobi dan kreatifitas yang tinggi, ia bisa bergabung dengan salah satu program ekstrakulikuler sebagai pelengkap.

Wawasan yang ia dapat ketika menjalani pendidikan tambahan tersebut akan menumbuhkan minat dari dalam diri, sehingga pendidikan formal ini dapat menjadi salah satu media untuk pengembangan diri.