Seberapa Penting Pendidikan Anti Korupsi Bagi Mahasiswa

31-05-2022

Bangun pendidikan - Pendidikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter dan sikap dari seseorang. Meski kenyataannya orang yang korupsi dari kalangan orang yang berpendidikan tinggi, tetapi kita harus memberikan pendidikan anti korupsi terhadap anak didik.

Korupsi merupakan sebuah bentuk kecurangan, dan merupakan salah satu dari tindak pidana yang merugikan rakyat, bahkan negara. Jenis korupsi yang sangat banyak dilakukan saat ini adalah tindakan penyuapan.

Tindakan ini merupakan kejahatan yang akan membawa dampak buruk bagi bangsa dan negara.

Peran kita sebagai orang tua harus aktif, untuk menyadarkan anak sejak dini, agar menghindari tindakan korupsi. Jika generasi penerus bangsa tidak diberikan pendidikan anti korupsi, hal tersebut akan membawa dampak yang buruk bagi bangsa dan negara dalam jangka waktu yang panjang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memiliki rumusan nilai dasar, yang harus ditanamkan melalui pendidikan. Diantaranya adalah kejujuran, adil, berani, sederhana, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, hemat dan mandiri.

Beberapa tujuan pendidikan anti korupsi kepada anak didik adalah

1. Memberikan Pemahaman Kepada Anak Mengenai Akibat Korupsi

Mahasiswa harus mengetahui beberapa dampak yang akan diakibatkan dari tindakan korupsi. Banyak hal yang harus mereka ketahui agar karakter yang terbentuk dari seorang mahasiswa adalah karakter seseorang yang anti korupsi.

Beberapa hal dasar tentang korupsi yang harus diajarkan yaitu kriteria, penyebab, hingga dampak dari korupsi. Sangat banyak kerugian yang diterima apabila generasi bangsa Indonesia merupakan generasi yang malakukan tindak pidana korupsi.

Mulai dari melambatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya investasi, serta menambah tingkat kemiskinan merupakan fakta yang harus diterima, apabila tindakan ini dilakukan.

Memberi pemahaman tentang dampak korupsi, diharapkan mampu mengurangi generasi yang rakus akan uang ketika mengisi bangku pemerintahan di masa depan.

2. Membentuk Sikap dan Karakter generasi bangsa Anti Korupsi

Karakter dan sikap seseorang memang tidak mudah untuk diubah. Namun begitu, kita harus tegas didalam hal pemberantasan korupsi. Sebagai tenaga pengajar, kita harus memberikan pelatihan dasar untuk mencegah tindak korupsi.

Karakter dan sikap seorang penerus bangsa yang anti korupsi, dapat dilatih dengan beberapa kebiasaan yang ada pada lingkungan.

Tidak mencontek saat ulangan, menaati lampu merah, terbiasa dengan budaya antri, merupakan beberapa bentuk tindakan anti korupsi yang dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa.

3. Mengembangkan Karakter

Pendidikan anti korupsi harus diajarkan kepada generasi, karena bentuk tidakan korupsi merupakan suatu bentuk tindak kejahatan, yang harus dihindari. Pendidikan anti korupsi diharapkan dapat membentuk suatu sifat yang dapat digunakan mahasiswa, dalam berperilaku.

Perilaku yang dimaksut, yaitu perilaku yang sesuai dengan norma yang ada pada masyarakat. Mahasiswa yang sudah mengerti dampak dari korupsi, diharapkan bisa memiliki suatu karakter yang tegas untuk menolak segala bentuk kecurangan yang satu ini.

Apabila pendidikan anti korupsi sejak dini diterapkan kepada generasi penerus bangsa, maka generasi bangsa tidak melaksanakan tindakan korupsi yang pernah terjadi di generasi sebelumnya. Pendidikan anti korupsi diajarkan tidak hanya dengan memberikan teori dasar saja.

Akan tetapi pengetahuan yang diberikan, diharapkan mampu merubah pola pikir, paradigma, dan karakter mahasiswa, agar mampu mempraktikan prinsip hidup yang lebih baik.

Dampak dari pendidikan anti korupsi akan memberikan manfaat untuk masa depan, namun tidak dengan proses yang singkat. hadirnya pendidikan anti korupsi diharapkan dapat menumbuhkan sikap dasar anti korupsi pada generasi.

Kita semua bersama-sama harus melawan segala bentuk tindakan korupsi. Jangan sampai negara Indonesia memiliki pemerintahan yang doyan dengan uang rakyat, karena kurangnya pendidikan yang diberikan semasa pendidikan.