Puisi Hari Guru

02-07-2022

BangunPendidikan.com - Puisi hari guru bisa dibacakan bertepatan dengan momen peringatan Hari Guru Nasional. Peringatan Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November setiap tahunnya.

Hari Guru merupakan hari di mana kita menunjukkan penghargaan terhadap guru. Saat momen peringatan Hari Guru, siswa dan siswi sudah seharusnya bisa membacaran puisi hari guru kepada gurunya disekolah sebagai tanda terimakasih.

Guru merupakan sosok yang sangat berjasa dalam kehidupan setiap orang. Tanpa adanya guru, seseorang tidak bisa menjadi apa-apa.

Guru tidak hanya sebatas memberikan ilmu, melainkan juga membimbing serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada murid-muridnya. Itulah yang membuat guru kerap dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Beragam cara bisa diberikan saat momen peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November. Satu di antara caranya ialah dengan menulis atau membacakan puisi.

Sebagai tanda ikut serta merayakan hari guru, banyak sekolah mengadakan perlombaan pembacaan Puisi Hari Guru di tanggal tersebut.

Puisi tentang hari guru banyak tersebar di media sosial. Jadi sekarang sahabat Bangun Pendidikan tidak lagi susah untuk mencari puisi hari guru yang diperlukan di acara hari guru.  Ada banyak contoh puisi hari guru yang bisa kita temukan dimedia sosial. Misalnya, puisi hari guru yang menyentuh hati.

Puisi hari guru yang menyentuh hati biasanya bisa membuat semua pendengar baik guru dan siswa menangis sedih.

Berikut ini Bangun Pendidikan berhasil merangkum 9 contoh Puisi hari guru sangat popular dari berbagai sumber.

Kumpulan Puisi hari Guru

1. Pahlawan Pendidikan

Jіkа dunіа kаmі уаng dulu kоѕоng

tаk реrnаh kаu іѕі

Mungkіn hаnуа аdа wаrnа hаmра, gеlар

tаk bіѕа ара-ара, tаk bіѕа kеmаnа-mаnа

Tарі kіnі dunіа kаmі реnuh wаrnа

Dеngаn gоrеѕаn gаrіѕ-gаrіѕ, јugа kаtа

Yаng dulu hаnуа јаdі mіmрі

Kіnі mulаі tеrlіhаt bukаn lаgі mіmрі

Itu kаrеnа kаu уаng mеngајаrkаn

Tеntаng mаnа wаrnа уаng іndаh

Tеntаng gаrіѕ уаng hаruѕ dіlukіѕ

Jugа tеntаng kаtа уаng hаruѕ dіbаса

Tеrіmаkаѕіh guruku dаrі hаtіku

Untuk ѕеmuа рејuаng реndіdіkаn

Dеngаn реndіdіkаnlаh kіtа bіѕа mеmреrbаіkі bаngѕа

Dеngаn реndіdіkаnlаh nаѕіb kіtа bіѕа dіrubаh

Aра уаng tаk mungkіn kаu јаdіkаn mungkіn

Hаnуа uсараn tеrаkhіr dаrі mulutku

Dі hаrі реndіdіkаn nаѕіоnаl іnі

Gеmріtаkаnlаh ѕеlаlu јіwаmu

wаhаі рејuаng реndіdіkаn Indоnеѕіа

2. Terimakasih Jasamu

еngKаulаh реmbіmbіng аku

еngKаulаh реmbіmbіng аku

еngKаulаh реndіdіk аku

Guruku

Itulаh јulukаn dіrіmu

Yаng tіdаk реrnаhnуа bоѕаn dіdаlаm

Mеngајаrku ѕеrtа mеngајаr dаku

Guruku

Tаnра dіrі mu ku bаkаl hаnсur

Tаnра dіrі mu ku bаkаl ѕеngѕаrа

Tаnра dіrі mu ku bаkаl tеrѕеѕаt

Guru

Terіmа kаѕіh

Atаѕ ѕgаlа јаѕа – јаѕаmu

3.  Guru

(Karya Kahlil Gibran )

Barang siapa mau menjadi guru

Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri

Sebelum mengajar orang lain

Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan

Sebelum mengajar dengan kata-kata

Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri

Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri

Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan

Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain

Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain

4. Guru

(Oleh: Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama RI 2017)

Tanpa Guru tak kan ada yang kita tahu

Tanpa Guru tak kan ada yang kita mampu

Tanpa Guru kita hanyalah debu yang terbang tak berarah

Ditiup angin tak tentu arah

Guru

Ucapanmu adalah petunjuk kami

Tindakanmu adalah teladan kami

Ridlamu adalah kunci sukses kami

Dan doamu, doamu adalah berkah tak bertepi

Maka, jika ada yang bertanya pada diri in

Siapakah yang paling berjasa kepada diri ini?

Maka namamu yang akan kusebut pertama kali

Karena ibu dan ayah adalah juga guru utama kami

5. Guruku

Kau adalah sumber ilmu ku ..

Kaulah pembimbingku ..

Kaulah yang mendidikku

Dengan sabar dan tulus ..

Guruku ..

Sungguh besar jasamu ..

Kau yang tak pernah bosan

Dalam mengajar dan membimbingku ..

Engkau pahlawan tanpa tanda jasa ..

Guruku ..

Terima kasih ..

Atas segala jasa-jasa

Dan engkau pahlawanku ..

6. Pahlawan  Yang Terlupakan

(Oleh: Ahmad Muslim Mabrur Umar)

Cermatilah sajak sederhana ini, kawan

Sajak yang terkisah dari sosok sederhana pula

Sosok yang terkadang terlupakan

Sosok yang sering tak dianggap

Ialah pahlawan yang tak ingin disebut pahlawan

Terka-lah kiranya siapa pahlawan ini

Ingatlah lagi kiranya apa jasanya

Ia tak paham genggam senjata api Ia tak bertarung di medan perang

Ucap, sabar dan kata hati menjadi senjatanya

Keberhasilanmu kawan, itulah jasanya

Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya

Bukan ia yang diharap menang

Namun suksesmu dan suksesmulah menangnya

Dapatkah kiranya jawab siapa pahlawan ini

Karenanyalah kudapat tulis sajak ini

Karenanyalah kau dapat baca sajak ini

Juluknya ialah pahlawan tanpa tanda jasa

Mungkin telah teringat olehmu kawan

Mungkin telah kau terka jawabnya

Ialah pahlawan dan orang tua kedua

Ialah guru, sang pahlawan yang terlupakan.

7. Guru Jembatan Sukses

(Oleh: Mbah Uti Ninik)

Ilmumu ikhlas bertebar di siswa siswi

Senyummu membuat tentram di hati

Petuahmu terpatri dalam sanubari

Guru adalah tauladan Ibu Pertiwi

Ancaman guru membuat hati siswa ciut

Kemarahan guru membuat siswa takut

Semua dilakukan agar siswa sukses terajut

Tanpa harapan balas budi yang tertuntut

Ilmu yang ditebarkan tak pernah terganti

Perjuangan gurulah hidup menjadi berarti

Hadirkan bahagia penuh warna pelangi

Wahai sang guru engkaulah pelita hati

8. Kepada: Guruku

(Oleh: Winda Puspitasari)

Kulihat kau berdiri di pelupuk mataku

Menyampaikan pesan waktu

Tatkala tatapan bertemu

Aku menangkap sejuta cahaya darimu

Cahaya ilmu kian merasuk ke benakku

Bahkan aku berharap ia menjadi segumpal daging

Kau pelita di hitam legamnya jiwaku

Laksana tetesan air di gersangnya gurun pasir

Duhai guruku

Kau taman Kehidupan

Berjuta ilmu kau tanamkan

Tanpa lelah dan putus asa

Berjuang mencerdaskan generasi bangsa

Kau mempunyai laut yang terpenuhi dengan mutiara-mutiara ilmu

Izinkan aku melayarinya, sehingga matiku penuh ketenangan

Hidupmu penuh perjuangan

Maka, tak berdosa jika aku memberimu gelar pahlawan.

9. Puisi Guru Karya Gus Mus

Ketika aku kecil dan menjadi muridnya

Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar

Ketika aku besar dan menjadi pintar

Ku lihat dia begitu kecil dan lugu

Aku menghargainya dulu

Karena tak tahu harga guru

Ataukah kini aku tak tahu

Menghargai guru?

Sebagai siswa terpelajar baik SMP, SMA dan SMK sudah seharus bisa membuat puisi untuk hari guru. Alangkah baiknya jika puisi untuk hari guru tercipta dari hati dan pikiran sipembuat puisi. Supaya nantinya sipembuat puisi benar-benar bisa berterimakasih kepada pahlawan tanpa tanda jasa.

Nah, untuk itu mari mulai dari sekarang kita mulai mengarang kata-kata indah yang nantinya akan kita buat menjadi puisi untuk hari guru yang akan datang.