Penggunaan Tanda Apostrof atau Penyingkat Bahasa Indonesia

03-01-2023

BANGUN PENDIDIKAN – Hai, sobat bangun gimana kabarnya, nih? Semoga selalu dalam keadaan sehat ya.  Apakah sobat bangun tahu, apa itu tanda apostrof? Bagaimana bentuknya? Dan apa kegunaannya?

Mungkin ada diantara sobat bangun yang belum paham atau bahkan belum mengetahui apa itu tanda apostrof. Sebagian dari kita hanya tahu bentuk tandanya saja, tapi tidak mengetahui namanya atau sebaliknya.

Kita sering menemukan penggunaan tanda apostrof (‘) pada sebuah tulisan. Namun, apakah kita sudah mengetahui bagaimana penggunaan tanda baca tersebut? Nah, pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang tanda apostrof atau tanda penyingkat.

Simak baik – baik ya.

Dalam penulisan bahasa Indonesia, tanda baca ini sering digunakan. Namun, masih ada beberapa penggunaannya yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Menurut PUEBI, tanda penyingkat (apostrof) hanya memiliki satu fungsi atau kegunaan saja. Sesuai namanya, tanda baca ini diguakan untuk menyingkat kata dalam konteks tertentu.

Tanda apostrof dapat digunakan untuk menunjukkan adanya bagian kata atau bagian angka yang hilang dalam suatu kalimat. Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tidak ada kata baku dalam bahasa Indonesia yang ditulis menggunakan tanda apostrof. Tanda Apostrof sering disalahgunakan. Contohnya dalam kata do’a, seharusnya kata tersebut tetap ditulis doa. Sama halnya seperti kata Jum’at, yang harusnya juga tetap ditulis Jumat karena itu merupakan kata dalam bahasa Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa tanda penyingkat atau apostrof hanya digunakan untuk bagian kata atau bagian angka yang dihilangkan dalam kalimat konteks tertentu. Agar lebih mudah memahaminya, mari simak contoh di bawah ini:

Contoh Penggunaan Tanda Apostrof

  • Pagi ‘lah tiba.

(‘lah = telah)

  • Kau ‘kan kunanti

(‘kan=akan)

  • Ia sudah pergi, ‘kan?

(‘kan=bukan)

  • Pematang Siantar, 03 Januari ‘23

(’23 = 2023)

  • 20-10-‘92

(‘92=1992)

Contoh Penggunaan Tanda Apostrof dalam Kalimat

  • Dimas sudah janji kepada Ibu’kan datang di hari Lebaran

Kata kan pada kalimat ini ditambahkan tanda apostrof (‘) menandakan penghilangan bagian kata, yaitu akan.

  • Kemarin kamu sudah membeli hadiah, kan?”

Kata kan pada kalimat ini ditambahkan tanda apostrof (‘) menandakan penghilangan bagian kata, yaitu bukan.

  • Nenekku lahir pada tahun 45.”

Kata 45 pada kalimat ini ditambahkan tanda apostrof (‘) menandakan penghilangan bagian kata, yaitu tahun 1945.

Kata ‘kan pada kalimat ini ditambahkan tanda apostrof (‘) menandakan penghilangan bagian kata yaitu, akan.

  • Kamu sudah mengerjakan tugasnya, ‘kan?

Kata ‘kan pada kalimat ini ditambahkan tanda apostrof (‘) menandakan penghilangan bagian kata yaitu, bukan.

  • Dia lahir pada’89

Konteks angka 89 diberi tanda apostrof (‘) artinya menghilangkan bagian angka 19 yang harusnya terletak di depan angka 98, yang artinya 1998.

  • Aku ‘lah tahu semuanya

Kata ‘lah pada kalimat ini ditambahkan tanda apostrof (‘) menandakan penghilangan bagian kata yaitu, telah.

  • Wendy Cagur akan kembali ke Yogyakarta pada 12-01-‘23

Konteks angka tersebut artinya 12-01-2023

Konteks angka tersebut artinya 03-01-2023

Demikianlah penjelasan tentang penggunaan tanda penyingkat atau apostrof (‘). Semoga dengan membaca artikel ini sobat bangun dapat memahami bagaimana penggunaan yang benar tanda apostrof atau tanda penyingkat tersebut.